KELEBIHANFACEBOOK : 1.Update status, disini kita bisa menulis apa saja yang sedang kita lakukan, kita rasakan, dimana keberadaan kita, bersama siapa, bahkan yang tidak bisa kita ungkapkan pada orang lain. 2.Comments, kita bisa mengomentari apa saja, entah itu status, foto, wall, notes teman kita.Tagging photo, biasanya para pengguna suka meng-upload PenjelasanMacam-macam Topologi Jaringan beserta kelebihan dan kekurangannya Written By Devri Giovani. dan digunakan untuk menghubungkan antara komputer satu dengan komputer yang lainnya menggunakan media kabel ataupun media wireless. Berikut ini terdapat beberapa macam-macam topologi jaringan, terdiri atas: 1. Merupakantransmisi media jaringan gelombang. Jenis-jenis dari unguided transmission media : a) Gelombang mikro = gelombang radio yang beroperasi pada frekuensi Lapisanke-1 ini berfungsi untuk mendefinisikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan (seperti halnya Ethernet atau Token Ring), topologi jaringan dan pengabelan. Selain itu, level ini juga mendefinisikan bagaimana Network Interface Card (NIC) dapat berinteraksi dengan media kabel atau radio. Carajaringan diatur dapat membuat atau merusak fungsionalitas jaringan, konektivitas, dan perlindungan dari downtime. Pertanyaan, “Apa itu topologi jaringan?” dapat dijawab dengan penjelasan dua kategori dalam topologi jaringan. 1. Physical – Topologi jaringan fisik mengacu pada koneksi aktual (kabel, router, dll.) CPU merupakan tempat pemrosesan instruksi-instruksi program. Main memory, terdiri dari random access memory (RAM) dan read only memory (ROM). Alat keluaran, yang digolongkan dalam 3 macam bentuk, yaitu tulisan, image, dan suara. Dan alat simpanan luar, digolongkan dalam sequential access storage device dan drect access storage device. ELEMENSISTEM dan KARAKTERISTIK SISTEM. 2. Contoh Aplikasi e-conmmerce/e-bisnis. e-Commerce adalah. E-commerce (perdagangan elektronik), adalah kegiatan jual beli barang/jasa atau transimisi dana atau data melalui jaringan elektronik, terutama internet.. Namun kini e-commerce telah mengalami berbagai macam perkembangan, mulai Linkatau hubungan dalam Jaringan Lokal dikenal sebagai media transmisi berupa kabel maupun tanpa kabel, yang secara fisik menghubungkan server dan klien. 3. Transceiver 2TCP/IPa. Layer 1 (Network)Layer ini menyediakan segala sesuatu yang dibutuhkan paket data untuk membuat sambungan langsung (physical link) termasuk detil teknologi jaringan yang digunakan.Layer network bertanggung jawab mengirim dan menerima data ke dan dari media fisik. Media fisiknya dapat berupa kabel, serat optik, atau gelombang radio. 5Macam Browser Beserta Kelebihan dan Kekurangannya. Apa itu Browser? Browser adalah suatu aplikasi atau program yang dijalankan pada perangkat komputer untuk melihat konten yang ada pada media World Wide Web (WWW) dengan memanfaatkan jaringan internet. Berikut adalah 5 Macam Browser Beserta Kelebihan dan Kelemahannya: YSJi0D. Satelit Kelebihan Media Transmisi Satelit 1. Koneksi dimana saja, tidak perlu LOS Line of Sigth dan tidak ada masalah dengan jarak2. Jangkauannya luas baik nasional, regional maupun global3. Pembangunan infrastruktur nya relatif cepat untuk daerah yang luas dibanding teresterial4. Komunikasi dapat dilakukan baik titik ke titik maupun dari satu titik ke banyak titik secara broadcasting, multicasting5. Kecepatan bit akses tinggi dan bandwidth nya lebar6. VSAT bisa dipasang dimana saja selama masuk dalam jangkauan satelit7. Handal dan bisa digunakan untuk koneksi voice, video dan data, dengan menyediakan bandwidth yang lebar8. Jika ke internet jaringan akses langsung ke ISP/NAP router9. Sangat baik untuk daerah yang kepadatan penduduknya jarang dan belum mempunyai infrastruktur telekomunikasi10. Instalasi jaringan segmen bumi yang sangat cepat11. Layanan total hanya dari satu provider12. Layanan mobile/wireless yang independen terhadap lokasi. Kekurangan Media Transmisi Satelit 1. Untuk melewatkan sinyal TCP/IP, besarnya throughput akan terbatasi karena delay propagasi satelit geostasioner. Kini berbagai teknik protokol link sudah dikembangkan sehinnga dapat mengatasi problem tersebut. Diantaranya penggunaan Forward Error Correction yang menjamin kecilnya kemungkinan pengiriman ulang2. Harga relatif mahal karena menyewa dengan sebuah provider3. Memakan tempat, terutama untuk piringanya/antenanya4. Seringkali menembakan gas hydrazine H2Z agar rotasi satelit stabil, di orbit satelit perlu beberapa kali di kalibrasi agar tetap pada orbitnya 5. Rentan terhadap pengaruh atmosfir6. Waktu yang dibutuhkan dari satu titik di atas bumi ke titik lainya melalui satelit adalah sekitar 700 milisecond Latency , sementara leased line hanya butuh waktu sekitar 40 milisecond. Hal ini disebabkan oleh jarak yang harus ditempuh oleh data yaitu dari bumi ke satelit dan kembali ke bumi. Satelit geostasioner sendiri berketinggian sekitar kilometer di atas permukaan bumi7. Rawan terhadap sambaran Optik Kelebihan Fiber Optik 1. Dapat menjangkau sampai puluhan bahkan ratusan kilometer2. Informasi ditransmisikan dengan kapasitas bandwidth yang tinggi3. Signal tidak terpengaruh pada gelombang elektromagnetik dan frekuensi radio, hal ini dikarenakan Fiber Optik FO terbuat dari kaca dan plastik4. Berkemampuan membawa lebih banyak informasi dan mengantarkan informasi dengan lebih akurat dibandingkan dengan kabel coaxial5. Kabel fiber optic mendukung date rate yang lebih besar, jarak yang lebih jauh dibandingkan kabel coaxial, sehingga menjadikanya ideal untuk transmisi serial data digital6. Karena yang dikirim adalah signal cahaya, maka tidak ada kemungkinan adanya percikan api bila serat atau kabel tersebut putus. Selain itu juga tidak menyebabkan tegangan listrik dalam proses perbaikanya bila ada kerusakan7. Fiber optic lebih sulit untuk disadap8. Fiber optic tidak terpengaruh oleh cuaca Kekurangan Fiber Optik 1. Biaya yang mahal untuk peralatanya2. Perlu konversi data listrik ke cahaya dan sebaliknya yang rumit3. Penyambungan serat harus menggunakan teknik dan ketelitian yang tinggi4. Sulit membuat terminal pada kabel serat5. Akan ada kemungkinan kehilangan sinyal, pengiriman ke tujuan yang berbeda-beda dapat mempengaruhi besarnya informasi yang dikirimkan6. Selain merupakan keuntungan, sifatnya yang tidak menghantarkan listrik juga merupakan kelemahanya, karena mesti memerlukan alat pembangkit listrik eksternal7. Bisa menyerap hidrogen yang bisa menyebabkan loss data Kabel STP & UTP Kelebihan dan Kekurangan Kabel STP • Kelebihan STP 1. Pada kabel STP, didalamnya terdapat satu lapisan pelindung kabel internal sehingga melindungi data yang ditransmisikan dari interferensi/gangguan2. Kecepatan dan keluaran 10-100 Mbps3. Memiliki resistansi atas interferensi elektromagnetik dan frekuensi radio tanpa meningkatkan ukuran fisik kabel• Kelemahan STP 1. Attenuasi meningkat pada frekuensi tinggi2. Pada frekuensi tinggi, keseimbangan menurun sehingga tidak dapat mengkompensasi timbulnya crosstalk dan sinyal noise3. Harganya cukup mahal Kelebihan dan Kekurangan Kabel UTP • Kelebihan UTP 1. Harga relatif paling murah di antara kabel jaringan lainya2. Mudah dalam membangun instalasi• Kelemahan UTP 1. Jarak jangkau hanya 100 m dan kecepatan transmisi relatif terbatas1 Gbps2. Mudah terpengaruh noise gangguanKabel COAXIAL Kelebihan Kabel COAXIAL 1. Hampir tidak terpengaruh noise gangguan2. Dapat ditanam didalam tanah sehingga biaya perawatan relatif murah3. Menyediakan perlindungan cukup baik sehingga dapat digunakkan dalam jangkauan yang lebih panjang mencapai 300 meter dalam satu jaringan4. Kemampuanya jauh lebih prima jika dibandingkan dengan kawat biasa5. Cenderung tahan terhadap arus yang semakin mengecil pada frekuensi yang justru meninggi6. Dapat digunakan untuk menyalurkan informasi sampai dengan 900 kanal telepon Kelemahan Kabel COAXIAL 1. Penggunaanya mudah dibajak2. Thick coaxial sulit untuk dipasang pada beberapa jenis ruang3. Signal melewati dua arah dengan satu kabel kemungkinan terjadi tabrakan atau tercampurnya data4. Optimalisasi fungsi kabel ikut dipengaruhi oleh kondisi temperatur5. Sistem ini memerlukan biaya perawatan serta pengadaan yang besarGelombang Radio Gelombang Radio HF• Kelebihan 1. Dapat menjangkau jarak yang jauh2. Dapat melewati laut, gurun, tandus, hutan belantara3. Dapat melintasi daerah rawan4. Kapasitas lebih besar dibanding saluran • Kekurangan 1. Tidak beroperasi selama 24 jam2. Mudah terganggu oleh keadaan cuaca3. Kualitas percakapan kurang bisa diandalkan4. Kapasitas kecil Gelombang Mikro• Kelebihan 1. Kemampuan saluran yang lebih besar dibanding HF2. Keandalan tinggi tidak terpengaruh oleh cuaca3. Memungkinkan disalurkannya percakapan SLJJ4. Fleksibilitas tinggi5. Repeater dapat dikendalikan tidak perlu dijaga oleh tenaga teknis• Kekurangan 1. Jarak jangkau lebih pendek dibanding HF2. Membutuhkan saluran repeater yang banyak3. Lokasi repeater sering di daerah terpencil dan susah dicapai4. Membutuhkan penelitian site yang tepat lama dan susah5. Perambatan gelombangnya mudah terpengaruh oleh gunung Pernahkah Anda membayangkan bagaimana sebuah remote dapat mengoperasikan televisi? Atau seseorang yang bisa saling berkomunikasi dengan telepon seluler. Ternyata semua kemudahan itu bisa terjadi karena adanya media transmisi. Nah pada artikel ini kami akan menjelaskan tentang media transmisi, jenis-jenis, serta contohnya dalam kehidupan sehari-hari. media transmisi data Media transmisi adalah jalur untuk mengirimkan data atau informasi dari satu lokasi tertentu ke lokasi lainnya. Kami contohkan seperti saat Anda ingin mengirimkan paket ke seseorang. Maka, Anda memerlukan pengantar, bukan? Nah katakanlah itu sebagai jasa antar. Nah, jasa antar itu sama halnya dengan media atau jalur, sehingga nantinya paket bisa sampai ke penerima dengan baik. Sementara itu, remote televisi dan telepon selular dapat beroperasi karena memiliki media. Tentu saja jenis media yang digunakan yaitu gelombang. Ada banyak juga contoh perangkat lain yang memakai jalur transmisi data. Anda akan menemukannya di pembahasan jika membaca pembahasan di artikel ini hingga selesai, ya? Jenis – jenis Media Transmisi Beserta Contohnya jenis media transmisi Secara garis besar, media transmisi ini sendiri setidaknya terbagi menjadi dua jenis. Adapun 2 jenis media transmisi adalah Media transmisi kabel guided transmission media. Media transmisi nirkabel unguided transmission media. Nah apa saja perbedaan keduanya? Berikut ini penjelasan mengenai jenis media transmisi yang bisa Anda simak. 1. Media Transmisi Berkabel Media transmisi yang menggunakan kabel berkabel juga disebut sebagai media yang dituntun guide media. Dimana dalam proses pengiriman data akan dilakukan melalui saluran kabel yang sudah terpasang. Ada beberapa jenis kabel yang biasa digunakan, di antaranya kabel koaksial, fiber optik, dan kabel Twisted Pair. Contoh media transmisi kabel adalah Kabel koaksial. Kabel serat optik. Kabel twisted pair. Berikut ini masing-masing penjelasan dari beragam contoh penggunaan media transmisi kabel tersebut. a. Kabel Koaksial Kabel koaksial memiliki dua konduktor yang terdapat pada bagian tengah dan bagian luar. Bagian tengah ini disebut copper. Dimana copper ini merupakan pusat inti dan diselimuti isolator. Sedangkan untuk bagian luar umumnya akan melingkar di luar isolator. Kabel koaksial pun dibedakan lagi menjadi dua jenis. Yaitu kabel koaksial yaitu thin RG-58 dan kabel koaksial thick RG-8. Seringkali kabel ini dipakai untuk keperluan media transmisi jaringan komputer. Terutama digunakan pada jaringan yang dipasang menggunakan topologi bus. b. Kabel Serat Optik Kabel serat optik atau fiber optik merupakan contoh media transmisi berupa kabel berbahan plastik atau kaca. Fungsinya sendiri adalah sebagai media transmisi dari gelombang cahaya. Maka, sistem kerja kabel fiber optik ini yaitu dengan memanfaatkan pembiasan cahaya. Pembiasan tersebut akan melibatkan jenis cahaya LED atau laser. Kabel ini juga banyak digunakan untuk pemasangan saluran komunikasi. Ada dua jenis kabel serat optik sesuai dengan mode transmisinya. Pertama, serat optik mode tunggal single mode, dan yang kedua mode multi multi mode. Kabel ini pun memiliki berbagai tipe, seperti Simplex, Hybrid & Composite, Zipcord, dan yang sejenisnya. c. Kabel Twisted Pair Disebut kabel pasangan berpilin twisted pair karena dua konduktor di dalamnya memiliki bentuk pilinan dipelintir. Dimana masing-masing konduktor telah dilapisi dengan isolator. Media transmisi kabel ini banyak dipakai dalam pembuatan sistem jaringan pada beragam tempat. Sebagai contoh misalnya saja gedung, perkantoran, dan sejenisnya. Pemilihan kabel tersebut dimaksudkan agar tidak terjadi atau mengurangi potensi adanya gangguan luar. Misalnya saja yang sering terjadi seperti radiasi elektromagnetik. Hal tersebut bisa terjadi umumnya akibat masuknya sinyal dari saluran lain Cross Talk. Kabel twisted pair dibedakan menjad tiga macam, yaitu kabel UTP Unshielded Twisted Pair, FTP Foiled Twisted Pair, dan STP Shielded Twisted Pair. Tentu saja, masing-masing memiliki kelebihan dan kelemahan yang bisa dipertimbangkan sesuai dengan kebutuhan, ya? 2. Media Transmisi Nirkabel Media transmisi nirkabel juga disebut sebagai media yang tidak dituntun unguided media. Terbilang berbeda dari guided media, bisa dibilang media transmisi unguided ini tidak menggunakan kabel. Dimana dalam proses trasmisi hanya akan dilakukan dengan cara memanfaatkan gelombang elektromagnetik. Sebagian orang menyebutnya sebagai media transmisi wireless. Beberapa media yang termasuk nirkanel di antaranya gelombang mikro microwave, radio, infrared, dan satelit. Contoh media transmisi nirkabel adalah Gelombang radio. Gelombang mikro. Infrared. Berikut penjelasan mengenai contoh penggunaan dari setiap jenis media transmisi nirkabel tersebut. a. Gelombang Radio Gelombang radio merupakan jenis gelombang elektromagnetik yang memiliki panjang 0,3 m sampai 600 m. Sedangkan, frekuensinya sendiri biasanya berada di antara 0,1 MHz sampai 1000 GHz. Contoh pemanfaatan gelombang radio sebagai media transmisi dalam kehidupan sehari-hari juga banyak ditemui. Salah satunya seperti pada penggunaan walkie talkie. Selain itu, bluetooth dan wifi juga termasuk dalam contoh pemanfaatan gelombang radio yang paling sering dijumpai. b. Gelombang Mikro Gelombang mikro microwave ini standarnya akan memiliki panjang gelombang lebih pendek dari gelombang radio. Dimana standar yang paling umum yaitu antara 1 nm sampai 1m. Sementara itu, besaran frekuensinya sendiri berkisar antara 3 GHz hingga 300 GHz. Gelombang mikro banyak dimanfaatkan dalam Industri transportasi dan militer sebagai sistem radar. Namun, masih diperlukan menara untuk memperkuat pengiriman dan penerimaan sinyal. Karena apabila terhalang benda tertentu, maka receiver tidak bisa menerima sinyal. c. Infrared Infrared memiliki panjang gelombang antara 8×10-7 m hingga 10-3. Tentu saja standar gelombangnya jauh lebih pendek dari microwave. Sedangkan rentang frekuensinya sendiri yakni antara 300 GHz hingga GHz. Sangat mudah menemui penggunaan gelombang infrared dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya ialah sistem kerja pada remote televisi rumah Anda. Bagaimana, persis seperti yang sudah Anda baca di awal tulisan ini, bukan? Dimana cara kerjanya sebuah remote akan memancarkan gelombang infrared yang akan diterima oleh receiver pada TV. Dengan begitu kita nantinya bisa mengoperasikan TV melalui remote. Kesimpulan Itulah penjelasan tentang media transmisi, jenis-jenis, beserta contohnya. Dapat kita simpulkan bahwa media transmisi merupakan jalur yang dipakai untuk mengirimkan data atau informasi. Sedangkan untuk media tersebut nantinya dapat berupa media yang berkabel atau media nirkabel. Bagaimana, tentu Anda sekarang sudah semakin paham mengenai media transmisi, bukan? Semoga pembahasan di atas cukup lengkap dan mudah dipahami. Bagikan informasi tambahan seputar media yang digunakan untuk transmisi di kolom komentar jika perlu. Media Transmisi terbagi menjadi 2 macam yaitu guide dan unguide. Untuk jenis Guide menggunakan kabel untuk perantara contohnya Kabel Tembaga, Kabel Coaxial, Fiber Optic. Sedangkan untuk Unguide adalah media transmisi tanpa kabel. Berikut kelebihan dan kekurangan masing-masing dari media transmisi Kabel Coaxial Kabel coaxial adalah salah satu jenis kabel jaringan yang saat ini mungkin kurang populer digunakan, karena masih kalah populer dengan kabel UTP dan juga kabel Fiber Optic. Kabel coaxial sendiri merupakan sebuah kabel jaringan yang terdiri dari satu buah kawat tembaga, yang dilapisi oleh berbagai macam lapisan pelindung, sehingga hal ini membuat kabel coaxial biasanya memiliki ukuran yang jauh lebih besar dan juga lebih tebal daripada kabel jaringan lainnya. Kelebihan Harga yang lebih murah daripada fiber optic Cocok digunakan pada topologi Bus dan juga ring Menjadi media penghantar listrik dan data dengan baik Perlindungan terhadap kawat tembaga yang optimal, sehingga cocok sebagai kabel bawah tanah Noise resistance yang tinggi Kekurangan Kontur kabel yang cenderung besar, tebal, dan juga kaku, membuat kabel ini sulit untuk dibentuk seperti kabel utp ataupun fiber optic Jarak jangkauan kabel coaxial yang terbatas, sehingga dibutuhkan repeater Untuk pembuatan jaringan kabel bawah tanah, membutuhkan biaya investasi yang cukup besar Hanya terdapat satu buah kawat tembaga di dalam coaxial, sehingga bisa saja terjadi tabrakan antara traffic dalam jaringan kabel. Kabel Tembaga Kabel tembaga adalah kabel dengan penghantar tembaga dan biasanya dipakai dalam instalasi tenaga listrik dan alat-alat kontrol, sehingga biasanya disebut kabel instalasi. Kelebihan Dapat digunakan untuk menyalurkan informasi sampai dengan 900 kanal telpon Dapat ditanam di dalam tanah sehingga biaya perawatan lebih rendah Karena menggunakan penutup isolasi maka kecil kemungkinan terjadi interferensi dengan sistem lain. Kekurangan Mempunyai redaman yang relatif besar, sehingga utuk hubungan jarak jauh harus dipasang repeater-repeater Jika kabel dipasang diatas tanah, rawan terhadap gangguan-gangguan fisik yang dapat berakibat putusnya hubungan Fiber Optic Kabel Fiber optic adalah sebuah kabel yang terbuat dari serat kaca dengan teknologi canggih dan mempunyai kecepatan transfer data yang lebih cepat daripada kabel biasa, biasanya fiber optic digunakan pada jaringan backbone karena dibutuhakan kecepatan yang lebih dalam jaringan ini,namun pada saat ini sudah banyak yang menggunakan fiber optic untuk jaringan biasa baik LAN, WAN maupun MAN karena dapat memberikan dampak yang lebih pada kecepatan dan bandwith. Kelebihan Lebar jalur besar dan kemampuan dalam membawa banyak data, dapat membuat kapasitas informasi yang sangat besar dengan kecepatan transmisi mencapai giga-bit per detik dan menghantarkan informasi jarak jauh tanpa pengulangan. Biaya pemasangan dan pengoperasian yang rendah serta tingkat keamanan yang lebih tinggi Ukuran kecil dan ringan, sehingga hemat pemakaian ruang Imun, kekebalan terhadap gangguan elekromagnetik dan angguan gelombang radio Non-Penghantar, tidak ada tenaga istrik dan percikan api Tidak berkarat Kekurangan Sulit membuat terminal pada kabel serat Penyambungan serat harus menggunakan teknik dan ketelitian yang tinggi Wireless Wireless merupakan sebuah teknologi yang memungkinkan sesuatu diteransmisikan tanpa menggunakan kabel sebagai penghantar. Dalam hal ini, yang ditransmisiskan adalah paket data di dalam sebuah jaringan komputer. Jaringan wireless atau nirkabel menggunakan udara sebagai penghantar transmisi data, sehingga bisa dibilang bahwa jaringan wireless secara kasat mata berada di sekeliling kita, dan menjadi bagian di dalam ruang udara yang kita tempati saat ini. Kelebihan Tidak membutuhkan instalasi kabel yang panjang Cocok untuk digunakan pada jaringan yang luas cakupan areanya Kecepatan transfer data yang cenderung stabil Kompatibel hampir dengan berbagai jenis perangkat, seperti smartphone dan laptop Memungkinkan sebuah hardware bekerja di dalam jaringan secara portable Kekuatan sinyal masih bisa diperkuat dengan menggunakan alat bantu khusus, seperti antenna dan penguat sinyal Kekurangan Instalasi dan pengembangan yang biayanya cukup mahal Peralatan atau perangkat keras jaringan yang masih tinggi harganya Kekuatan sinyal sangat tergantung dengan kondisi cuaca Kekuatan sinyal dipengaruhi oleh lingkungan fisik dan penghalang, seperti tembok Sumber Pustaka Navigasi pos